Senin, Juli 23, 2007

Ganti Background di FS dengan Foto Loe Sendiri

Asalamualaikum wr wb


1. Ganti Background di FS dengan Foto kamu Sendiri
Okeh... pertama adalah bagaimana cara ganti background di FS, tapi dengan foto loe sendiri... ikuti kangkah berikut:
0. Loe harus punya FS (ya iyalah....), kalo belum punya daftar dulu dan Add FS gue (he...he... promosi...)
1. Sediakan foto yang mau loe jadiin background, ingat format file imagenya harus diantara ini *.jpg, *.gif, *.png n *.bmp. Tapi klo gue make yang formatnya *.jpg. Ukurannya kalo mau pas yang 1020x610 (pas untuk browser belum di Full Screen ukuran 1024x768), tapi terserah aja....
2. Upload foto loe, salah satunya situs untuk upload image adalah www.imageshack.us, caranya kunjungi situs tersebut, lalu Browse (cari lokasi foto kamu di komputer), lalu tekan host it, nanti kamu akan dapet link ato alamat foto kamu, seperti gambar di bawah....

 

 

3. Nanti link yang dipakai hanya satu yaitu yang paling bawah, yang ada bacaan "Direct link to image"... atau lihat di bawah...

Nah link yang dipakai yaitu http://img301.imageshack.us/img301/889/dnelzeu4.jpg

4. Sekarang tinggal masuk ke FS kamu.....
5. Lalu masuk ke menu Profile lalu pilih Customize Page, nah nanti ada 2 textarea atau 2 kotak kosong yang bisa kamu isikan dengan code....
6. Nah pilih kotak yang pertama..... yang di atasnya ada bacaan CSS....
7. Nah, kalo untuk ganti background, masukkan code di bawah

body { background-color:#ffffff; background-image:url(alamat_foto_kamu); background-attachment:fixed; }

nah alamat_foto_kamu di ganti sama link yang kamu dapet dari www.imageshack.us (lihat no.3)

sehingga nanti code akan seperti berikut:

body { background-color:#ffffff; background-image:url(http://img301.imageshack.us/img301/889/dnelzeu4.jpg); background-attachment:fixed; }

Oke, baru sekarang masukkan code tersebut ke kotak FS kamu, atau copy code di atas lalu paste di kotak FS kamu.

8. Lalu save.. lihat perubahan pada FS kamu.

Posted by Catur at 14:40:23 | Permanent Link | Comments (0) |

10 PERTANYAAN POKOK TENTANG INTERNET DAN INTRANET

Asalamualaikum wr wb

Helo semuanyah.... Oke degh, di BLOG kali ini gue akan memberitahuakan tenatang "10 Pertanyaan Pokok Tentang Internet dan Intranet" yang di dalamnya terdapat pembahasan tentang:
1. Apa dan Bagaimana Internet Itu ?
Pengertian dan Sejarah Internet
Protokol TCP / IP
WEB dan HTML
Browser WEB
WEB, Internet dan Perkembangannya
2. Apakah yang dimaksud dengan Intranet ?
3. Apakah Internet Service Provider (ISP) Itu ?
4. Peralatan Standar Apa yang Perlu Dimiliki ?
5. Software Standar Apa yang Perlu ?
Pengertian Utility Lain
6. Bagaimana Setiap Sistem di Internet Dapat Saling Mengenali ?
7. Bagaimana E-Mail dan Service Internet Lainnya Bekerja ?
E-mail
Usenet / News
SPAM
Service
8. Search Engine
9. Apakah Internet Mendukung Multimedia, Game, Hiburan Serta Aktifitas Lainnya ?
10. Apakah Java, CGI dan ASP Itu ?
Java
CGI
Dynamic HTML

Emang sumbernya gue dapet dari http://arema.cjb.net.. tahun 1998.. wah dah basi dong... Ya kagak lah... istilah dari internet gak akan berubah.. Oke degh baca yagh.. Semoga berguna...

======================================

10 PERTANYAAN POKOK TENTANG INTERNET DAN INTRANET



1. Apa dan Bagaimana Internet Itu ?
Pengertian dan Sejarah Internet
Internet adalah jaringan komputer yang saling terhubung ke seluruh dunia tanpa mengenal batas teritorial, hukum dan budaya. Secara fisik dianalogikan sebagai jaring laba-laba (The Web) yang menyelimuti bola dunia dan terdiri dari titik-titik (node) yang saling berhubungan.
Node bisa berupa komputer, jaringan lokal atau peralatan komunikasi, sedangkan garis penghubung antar simpul disebut sebagai tulang punggung (backbone) yaitu media komunikasi terestrial (kabel, serat optik, microwave, radio link) maupun satelit. Node terdiri dari pusat informasi dan database, peralatan komputer dan perangkat interkoneksi jaringan serta peralatan yang dipakai pengguna untuk mencari, menempatkan dan atau bertukar informasi di Internet.
Menurut Lani Sidharta (1996) : walaupun secara fisik Internet adalah interkoneksi antar jaringan komputer namun secara umum Internet harus dipandang sebagai sumber daya informasi. Isi Internet adalah informasi, dapat dibayangkan sebagai suatu database atau perpustakaan multimedia yang sangat besar dan lengkap. Bahkan Internet dipandang sebagai dunia dalam bentuk lain (maya) karena hampir seluruh aspek kehidupan di dunia nyata ada di Internet seperti bisnis, hiburan, olah raga, politik dan lain sebagainya.
Drew Heywood (1996) menerangkan : sejarah Internet bermula pada akhir dekade 60-an saat United States Department of Defense (DoD) memerlukan standar baru untuk komunikasi Internetworking. Yaitu standar yang mampu menghubungkan segala jenis komputer di DoD dengan komputer milik kontraktor militer, organisasi penelitian dan ilmiah di universitas. Jaringan ini harus kuat, aman dan tahan kerusakan sehingga mampu beroperasi didalam kondisi minimum akibat bencana atau perang.
Tahun 1969 Advanced Research Project Agency (ARPA) dibentuk tugasnya melakukan penelitian jaringan komputer mempergunakan teknologi packet switching. Jaringan pertama dibangun menghubungkan 4 tempat yaitu : UCLA, UCSB, Utah dan SRI International. Hingga tahun 1972 jaringan ini telah menghubungkan lebih dari 20 host dan disebut sebagai ARPANet. ARPANet kemudian menjadi backbone Internetworking institusi pendidikan, penelitian, industri dan kontraktor terutama yang berkaitan dengan jaringan militer (MILNet).
Tahun 1986 ARPANet mulai dikomersialkan dengan mengisolasikan jaringan militer. National Science Foundation (NFS) kemudian membiayai pembongkaran backbone ARPANet menjadi backbone Internet komersial dan dikelola oleh Advanced Network Service (ANS). Andrew S. Tanenbaum (1996) : andil besar dalam perwujudan Internet adalah tergabungnya jaringan regional seperti SPAN (jaringan fisika energi tinggi), BITNET (jaringan mainframe IBM), EARN (jaringan akademis Eropa dan digunakan pula di Eropa Timur) dan ditambah dengan sejumlah link transatlantik yang beroperasi pada 64 Kbps - 2 Mbps pada tahun 1988.
Menurut Khoe Yao Tung (1997), jaringan pendukung Internet di seluruh dunia adalah :

  • Amerika didorong oleh NFS - ANSNet dan CO+RE (jaringan non profit terbatas) yang bekerjasama dengan Commercial Internet Exchange (CIX) serta Sprint (perusahaan telekomunikasi umum) tahun 1990. Pengesahaan RUU NREN (National Research and Education Network) oleh Kongres Amerika pada Desember 1991. Ditambah 8 aliansi jaringan regional yang tergabung dalam The Corporation for Regional an Enterprise Networking (CoREN) yaitu : BARRNet, CICNet, MIDNet, EARNet, NorthWestNet, MYSERNet, SURANet dan WestNet. CoREN bekerjasama dengan perusahaan telekomunikasi komersial MCI.

  • Kanada dengan jaringan backbone nasional CA*Net.

  • Australian Academic and Research Network (AARNET).

  • The Europe Backbone (EBONE) dan The European UNIX Network (EUNet) dan RIPE organisasi jaringan e-mail Eropa.
  • Jepang memiliki Widely Integrated Distributed Environtment (WIDE), Today International Science Network (TISN), Japan Academic Interuniversity Network (JAIN) dan Japan UNIX Network (JUNET). Kebanyakan bekerjasama dengan jaringan telekomunikasi komersial AT&T perwakilan Jepang yang disebut dengan SPIN. Pelayanan lain yang bersifat internasional adalah InterCon International KK (IIKK) dan Internet Initiative Japan (IIJ) yang berasosiasi dengan WIDE untuk menyediakan jaringan Internet dikawasan Asia, termasuk jaringan penelitian dan pendidikan untuk kawasan Asia (disponsori oleh NEC, IIJ dan WIDE) yang disebut AI3 (Asia Internet Interconnection Initiative) yang mengembangkan teknologi satelit komunikasi Ku Band.

  • Belakangan muncul ABONE (Asia Backbone) yang didirikan oleh konsorsium negara-negara di Asia seperti Jepang, Korea, Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia dan Hongkong. Interkoneksi dunia tersebut memakai jaringan serat optik antar benua berkapasitas + 45 Mbps. (T3 +) dan jaringan satelit telekomunikasi.



Protokol TCP / IP
Salah satu isu terpenting di Internet adalah penerapan Standar Komputasi Terbuka (Open Computing Standard). Karena Internetworking dan Internet mengintegrasikan semua sistem, jenis dan tipe komputer yang ada di dunia, maka harus ada standar yang menjamin komputer dapat saling berbicara satu sama lain dalam bahasa yang sama. Menurut Drew Heywood (1996) : standar bahasa komputer universal telah dikembangkan sejak 1969, terdiri dari serangkaian protokol komunikasi disebut Transfer Control Protocol yang bertugas mengendalikan transmisi paket data, koreksi kesalahan dan kompresi data dan Internet Protocol yang bertugas sebagai pengenal (identifier) dan pengantar paket data ke alamat yang dituju.
Protokol TCP / IP menyatukan bahasa dan kode berbagai komputer di dunia sehingga menjadi standar utama jaringan komputer. TCP / IP berkembang cepat dan kaya fasilitas karena bersifat terbuka, bebas digunakan, ditambahkan kemampuan baru oleh siapapun dan gratis karena tidak dimiliki oleh siapapun. Menurut Khoe Yao Tung (1996), Drew Heywood (1996) dan Andrew S. Tanenbaum (1996) fungsi utama
protokol TCP/IP adalah :

  • File Transfer Protocol (FTP) yaitu fasilitas transfer file antar komputer

  • Surat elektronik (E-mail) atau fasilitas surat menyurat antar komputer yang terdiri atas Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) sebagai dasar komunikasi email, Multi Purpose Internet Mail Extensions (MIME) yaitu standar format biner grafik, dan suara agar dapat ditransmisikan melalui e-mail, Post Office Protocol (POP) yaitu sistem penerima e-mail, Network News Transfer Protocol (NNTP) sarana pertukaran berita, artikel dan diskusi melalui e-mail

  • Emulasi terminal jarak jauh (Telnet, Remote Login) yang memungkinkan suatu komputer (client) untuk masuk dan mengendalikan host yang terletak jauh darinya, misalnya pada network yang lain atau di Internet

  • Simple Network Management Protocol (SMNP) yaitu protokol pengendalian peralatan network jarak jauh. Drew Heywood (1996) menyebutkan : fungsi utama itu masih diikuti dengan fasilitas Domain Name System (DNS) yaitu metode penamaan dan pengalamatan suatu network berdasarkan
    kelompoknya.


Sedang Andrew S. Tanenbaum (1996) memberi pengertian fungsi secara singkat : aplikasi TCP / IP menghasilkan 4 fasilitas penting E-mail, News, Remote Login dan Transfer File. Semula tampilan Internet masih berupa teks murni, revolusi terjadi ketika WEB atau World Wide Web (WWW - tampilan grafis dan multimedia di Internet) diperkenalkan.

WEB dan HTML
Menurut Sampurna (1996) : WEB adalah sekelompok kode berbasis teks yang sederhana dan universal, disebut Hypertext Markup Language (HTML). Karena berbasis teks, HTML dikenali dan diterjemahkan segala jenis komputer dalam bentuk tampilan informasi yang sama. HTML adalah kreasi Tim Berners Lee, ilmuwan European Laboratory for Particle Physics (CERN - organisasi penelitian 18 negara Eropa) di Geneva Swiss. Maret 1989 Tim memperkenalkan WEB dan HTML sebagai standar antar muka distribusi informasi di Internet yang mampu menggabungkan teks, grafik dan multimedia dengan metode navigasi menu pada mesin UNIX.
HTML adalah bahasa kode pemrograman yang menjadi dasar bagi terwujudnya WEB. Dengan HTML seluruh sistem komputer yang saling berbeda dapat mengenali format2 yang ditampilkan dalam situs2 Internet tanpa perbedaan yang berarti, termasuk didalamnya penampilan multimedia (grafik, suara dan citra video). HTML berbasis teks yang sangat sederhana dan praktis sehingga dapat dipahami oleh berbagai jenis komputer dalam platform sistem yang berbeda.
Dokumen HTML mengandung perintah2 teks yang disebut tag untuk menampilkan tulisan, gambar, warna, suara, video, animasi dsb. serta link yang menghubungkan berbagai topik. Dengan bentuk hypertext maka halaman Internet (Web Site - Kios Internet) akan dapat dibangun dengan cepat serta ditampilkan dengan cantik. Dalam konsep hypertext ini pembacaan suatu dokumen tidak harus urut namun bisa meloncat antar topik bahkan di print maupun dicopy ke media penyimpan lokal (harddisk misalnya). Format hypertext juga memungkinkan pemakai mesin yang hanya bisa mengenali teks untuk mengakses dokumen dalam bentuk teks saja. Perbedaannya hanya terletak pada tidak ditampilkannya gambar, grafik, animasi, video, suara dan warna.

Browser WEB
Atas bantuan National Center for Supercomputing Applications (NCSA), Mei 1993 standar ini diwujudkan dalam bentuk software yang disebut MOSAIC. MOSAIC adalah browser pertama WEB dan diaplikasikan multiplatform UNIX, NeXT, Windows dan Macintosh. Browser adalah program penterjemah HTML menjadi tampilan WEB (teks, grafis dan multimedia) di layar komputer pemakai. Kreator MOSAIC adalah Mark Andreesen, pada tahun 1994 bergabung dengan Jim Clark yaitu salah seorang pendiri Silicon Graphics. Mereka kemudian membuat browser WEB komersial pertama yaitu Netscape Navigator yang dengan segera menggeser popularitas MOSAIC. Hingga saat ini Netscape adalah browser paling populer dan menjadi pelopor dibidangnya.

WEB, Internet dan Perkembangannya
Januari 1992 pengguna Internet membentuk The Internet Society yang mempromosikan Internet. Tahun 1994 CERN dan MIT membentuk World Wide Web Consortium (W3C) sebagai otorita tunggal bagi pengembangan WEB serta berwenang menetapkan berbagai standar di dalamnya. Awal dekade 90-an, WEB site (pusat informasi berbasis HTML di Internet) hanya berjumlah sekitar 50 buah URL (Uniform Resource Locator - sistem pengalamatan kios informasi di Internet) dan hanya berisi teks saja.
Menurut Andrew S. Tanenbaum (1996) : akhir 1990 telah berkembang menjadi 3 ribu jaringan dan 200 ribu komputer. Tahun 1992 host kesatu juta terhubung ke Internet dan tahun 1995 terdapat puluhan backbone, ratusan jaringan menengah regional, puluhan ribu LAN, jutaan host dan pengguna. Pertumbuhannya mencapa dua kali lipat setiap tahun (data penelitian Paxton, 1996). Kini WEB adalah antar muka paling populer di Internet yang mampu menampilkan tidak hanya teks namun juga grafik (gambar, foto, animasi), suara, video dan dimensi virtual (3D). Diperkirakan pada akhir 1998 telah lebih dari 10 juta WEB site dibangun oleh institusi pendidikan, bisnis, pemerintahan, media massa, hiburan, militer dan sebagainya dengan pengguna lebih dari 100 juta.

2. Apakah yang dimaksud dengan Intranet ?
Pengertian dan Keunggulan
Intranet adalah konsep LAN yang mengadopsi teknologi Internet, diperkenalkan pada akhir tahun 1995. Khoe Yao Tung (1997) mengatakan : Intranet adalah LAN yang menggunakan standar komunikasi dan segala fasilitas Internet, diibaratkan berInternet dalam lingkungan lokal. Intranet umumnya juga terkoneksi ke Internet sehingga memungkinkan pertukaran informasi dan data dengan jaringan Intranet lainnya (Internetworking) melalui backbone Internet.
Kompatibilitas Intranet (sebagaimana Internet) sangat tinggi terhadap sistem lainnya sehingga mudah diterapkan, dipelajari, dikembangkan dan dikonfigurasi ulang. Dukungan aplikasi, program dan sistem operasi yang luas akibat dari popularitas Internet menjadikan Intranet sebagai masa depan LAN.
Keistimewaan fasilitas Intranet yang tidak terdapat pada jaringan lokal (LAN) konvensional adalah :

  • Tampilan WEB (grafis, multimedia) pada sistem operasi, navigasi, aplikasi maupun databasenya

  • Fasilitas standar Internet : surat elektronik (E-mail), transfer file (FTP), emulasi terminal jarak jauh (Telnet, Rlogin), pengendalian peralatan network jarak jauh (SMNP)

  • Aplikasi Internet yang kaya seperti search engine, mailing list, newsgroup, archie, gopher, wais dan sebagainya

  • Script programming universal Common Gateway Interface (CGI), Perl, Visual Basic, C dan Java yang mendukung operasi database

  • Dukungan integrasi database dan kompatibilitas dengan perangkat lunak yang telah ada seperti dengan Foxpro, SQL maupun Oracle

  • Teknologi LAN seperti manajemen database, sistem terdistribusi, client server, sharing resource and peripheral tetap dipertahankan.



Salah satu hal terpenting dalam Internet / Intranet adalah keamanan jaringan (network security). Isu ini sensitif mengingat jaringan telekomunikasi komersial yang dipakai bersifat umum (public service communication network) sehingga rentan penyusupan dan penyadapan jaringan serta pembajakan data. Sejumlah teknologi keamanan canggih terus dikembangkan seperti firewall, enkripsi, encapsulated data packet, id recognition dan sebagainya, sehingga menjadi kelebihan tersendiri ketika diterapkan dalam Intranet. Berbeda dengan LAN yang menggunakan jaringan komunikasi terproteksi (VPN - virtual private network) sehingga keamanannya relatif lebih terjaga sehingga cukup memakai teknologi enkripsi saja.
Terminologi yang lebih berkembang dari Intranet adalah teknologi Extranet yang memiliki pengertian suatu jaringan Intranet yang dapat diakses dari luar baik melalui VPN maupun media komunikasi umum.

3. Apakah Internet Service Provider (ISP) Itu ?
Koneksi langsung ke Internet akan memakan biaya yang sangat tinggi yang tidak mungkin ditanggung oleh pengguna perorangan. Solusinya didirikanlah perusahaan penyedia jasa yang membangun infrastruktur koneksi ke Internet (diluar sistem telepon) dan kemudian membagi kapasitas yang dimilikinya kepada pelanggan. Dengan demikian biaya koneksi akan menjadi ringan karena ditanggung bersama oleh sejumlah pelanggan melalui registrasi dan iuran (biasanya berlangganan per bulan) kecuali biaya pulsa ditanggung sendiri oleh masing2 pengguna.
ISP selain memperoleh keuntungan dari pungutan iuran kepada anggota, biasanya juga menjual jasa yang lain seperti layanan Virtual Private Networking (VPN - saluran WAN khusus intern perusahaan melalui Internet), koneksi dedicated (24 jam), pembuatan dan hosting (penempatan) situs Internet, konsultan jaringan komputer bahkan ada yang berjualan komputer. Sebagai organisasi komersial ISP haruslah berbentuk badan usaha yang sah menurut hukum yang berlaku. ISP juga harus terdaftar dalam lembaga Internet internasional serta memiliki alokasi IP address (alamat Internet) yang diatur oleh Internet Address Network Authority (IANA) dan memiliki domain yang terdaftar dan diakui komunitas Internet. Di Indonesia ISP mempunyai wadah yang disebut dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Beberapa kriteria umum untuk mengetahui kehandalan provider di Indonesia :
Dari sisi pelanggan perlu diketahui berapa banyak data dapat dipindahkan antara 2 titik dalam 1 detik ? Ini adalah ide dasar bagi standar laju transfer data yang dinyatakan dalam satuan Bit Per Second (detik) (Bps.). Semakin besar nilai Bps. maka semakin cepat data dipertukarkan, satuan ini dibakukan sebagai standar kecepatan modem.
Umumnya ISP memakai modem 28.8, 33.6 atau 56 Kbps. walaupun kinerja jaringan telekomunikasi publik (telepon) masih berkisar antara 9.6 Kbps. hingga 28.8 (Kbps.). Kecuali mempergunakan saluran digital khusus ISDN yang masih mahal tarifnya. Pergunakanlah modem dengan kecepatan yang sama atau lebih tinggi dari milik ISP karena kecepatan transmisi data biasanya mengikuti standar kecepatan terendah untuh menghindari kesalahan. Namun fasiltas teknologi kompresi data yang dimiliki modem biasanya mampu meningkatkan laju transfer data. Perhatikan pula rasio jumlah sambungan telepon yang dimiliki ISP dengan jumlah pelanggannya (normalnya maksimal 1 saluran untuk 10 pelanggan).
Perhatikan Bandwidth yang dimiliki ISP. Bandwidth adalah lebar pita saluran yang dapat dilewati data pada saat yang sama, dapat dianalogikan dengan 'berapa lebar jalan yang akan dilewati mobil'. Bandwidth berkaitan dengan pertanyaaan 'berapa banyak data ditransmisikan dalam satu saluran pada satu saat ?'. Semakin besar bandwidth yang dimiliki maka semakin banyak data dapat ditransmisikan serta semakin banyak orang dapat memakai saluran yang sama tanpa berkurang kecepatan aksesnya.
Saat ini ISP di Indonesia yang terbesar bandwidthnya sekitar 3 Mb, semakin kecil akan buruk kinerjanya dan ini berbanding lurus dengan jumlah pelanggan serta rata2 pemakaian saluran setiap saat. Jumlah pelanggan yang melebihi rasio bandwidth dan terjadinya beban puncak mengakibatkan browsing menjadi lambat dan mungkin beberapa service yang bandwidth intensive akan mengalami kegagalan (FTP dan Chat misalnya).
Apakah ISP anda mempunyai server proxy ? Proxy adalah server khusus yang bertugas sebagai cache bagi pelanggan ISP. Server proxy adalah sebuah indeks alamat2 (host) vaforit berikut isinya yang sering dikunjungi oleh masing2 pelanggan. Proxy berguna sebagai akselerator akses disaat jaringan (baik ISP maupun host tujuan) berada pada beban puncak (peak). Sekaligus menghemat bandwidth yang dimiliki ISP karena dengan bantuan proxy server maka pengguna tidak perlu melakukan koneksi keluar untuk melihat isi host favoritnya.
Apakah ISP anda mempunyai backbone sendiri ? Backbone adalah saluran koneksi utama yang menghubungkan jaringan ISP dan Internet. Kebanyakan ISP di Indonesia menyewa backbone dari pihak ketiga karena membangun backbone sendiri membutuhkan teknologi yang berat dan dana yang sangat besar. Semula ISP memiliki (menyewa) backbone sendiri, namun kini 1 backbone bisa dipakai oleh banyak ISP karena krisis ekonomi (fluktuasi nilai tukar mata uang - tarif backbone dalam US$). Sebagai contoh 13 ISP nasional harus membangun konsorsium dan menyewa backbone 2 Mbps milik TelkomNet, akibatnya kinerja masing2 rendah karena harus berbagi pakai dengan pengguna backbone (ISP) lainnya. Padahal sebelumnya setiap ISP memiliki backbone sendiri rata2 minimal sebesar 512 Kbps hingga 3 Mbps Apakah setiap transaksi di Internet aman dari pembajakan, apakah ISP memiliki mekanisme pengaman ? Hampir setiap host di Internet menerapkan metode Firewall yaitu suatu cara verifikasi identitas berdasarkan pengenalan kode sistem yang masuk. Setiap pengguna memiliki kode sistem yang khas baik itu alamat (IP address) node (titik dimana komputer terhubung), nama user, password, sistem yang dipakai dan sebagainya masing2 secara unik. Firewall bekerja secara software dan hardware sekaligus sehingga memperkecil kemungkinan sistem keamanan ini ditembus. Dengan firewall dapat diketahui setiap koneksi yang tidak sah baik itu dari luar sistem maupun dari dalam sistem yang dimiliki ISP.
Mekanisme pengaman kedua di Internet adalah metode enkripsi dimana masukan data yang penting dan rahasia diubah dalam suatu algoritma tersandi dengan kunci tertentu yang saling berbeda satu sama lain di setiap transmisi dan transaksi koneksi. Dengan enkripsi maka kegiatan berbelanja di Internet menjadi aman karena setiap data yang dimasukkan (misalnya nomor kartu kredit) ditransmisikan dalam bentuk yang tidak dapat dikenali oleh siapapun kecuali sistem penerima.
Sehingga walaupun data tersebut dibajak di tengah jalan, tetap tidak akan dapat diketahui isinya kecuali si pembajak mampu membongkar kunci algoritma penyandinya. Kegiatan perusakan, pembajakan, penyadapan, penyusupan illegal dan cenderung negatif semacam inilah yang disebut Phreaking dan Cracking, pelakunya disebut Phreaker dan Cracker. Sedangkan yang dimaksud dengan Hacking pelakunya disebut Hacker adalah kegiatan membangun, menganalisa, membongkar kelemahan dan memperbaiki sistem komputer, termasuk didalamnya kegiatan Phreaking dan Cracking namun untuk tujuan mempelajari suatu sistem.

4. Peralatan Standar Apa yang Perlu Dimiliki ?
Internet dapat diakses siapapun melalui segala jenis komputer seperti Mac, PC, Notebook, Palmtop, Mini komputer yang menjalankan sistem UNIX, DOS, Windows, OS2 atau System Mac. Karena jenis komputer yang paling populer adalah PC dengan sistem Windows maka referensi ini berdasarkan kriteria PC, sistem lain mengikuti standar yang setara dengannya.
CPU 486 16 Mb. plus Harddisk 1 Gb. dan modem 28.8 Kbps. telah cukup cukup memenuhi syarat minimal untuk memakai Internet secara lengkap. Perangkat yang lebih baik dan lengkap akan banyak membantu terutama dalam hal kecepatan proses. Processor sekelas Pentium generasi terbaru, RAM diatas 32 Mb., chipset teknologi terakhir , monitor layar lebar, multimedia dan modem 33.6 Kbps. - 56 Kbps yang mendukung berbagai standar transmisi data serta koreksi kesalahan adalah pilihan terbaik.

5. Software Standar Apa yang Perlu ?
Umumnya pengguna di Indonesia familier dengan komputer jenis PC dengan perangkat lunak yang bekerja di platform DOS dan Windows.

  • Sistem Operasi : MS Windows 3.x (+ Win32s), MS Windows 95, NT, IBM OS2, LINUX/UNIX

  • Browser : Internet Explorer 3.x, 4.x, Netscape Navigator 3.x, 4.x (Communicator)

  • Utility lain : FTP, Telnet, Finger, IRC, Mail + News Reader dan sebagainya

  • Anti Virus yang bisa bekerja menangkal serangan dari Internet.


Kalau berminat mendalami HTML perlu ditambahkan lagi :

  • Editor HTML : IE dan Netscape telah memiliki editor HTML grafis yang WYSIWYG (seperti Front Page dan Composer), demikian juga yang dari pihak ketiga seperti Dreamweaver (Macromedia) dan PageMill (Adobe). Namun editor HTML konvensional seperti HTML Editor, HTML Writer, Hotdog maupun HoTMetaL tetap diperlukan untuk beberapa alasan

  • Editor Grafis : Corel Suite, Adobe PhotoShop berikut plug in seperti filter KPT

  • Animasi Grafis : GIF Construction Kit dari Alchemy Works, Macromedia Flash atau yang lainnya

  • Image Map : Paint Shop Pro, Map Editor atau yang lainnya

  • Sistem FTP : Untuk transfer file ke host WEB antara lain FTP32 LE, FTP Explorer

  • Koleksi animasi GIF, gambar teksture dan background akan mempercepat mempercantik dan mempermudah pekerjaan.



Seluruh software ini bisa didapatkan dengan mudah di toko software dalam format CD. Harganya cukup terjangkau berkisar antara 15.000 - 60.000 rupiah. Pilihan kedua adalah download langsung dari web site / FTP server Internet software2 dimaksud. Beberapa ISP juga menyediakan fasilitas FTP lokal dimana user bisa mendownload program shareware dan freeware secara lebih cepat. Mintalah informasi ke ISP anda apakah memiliki koleksi software di atas.

Pengertian Utility Lain
Browser adalah software navigasi yang berfungsi sebagai penunjuk dan penuntun sekaligus menampilkan apa yang dijumpai di Internet bagi pengguna Finger adalah fasilitas pencari identitas suatu alamat di Internet Telnet adalah suatu fasilitas yang memungkinkan seseorang menghubungi dan menggunakan komputer yang berada di tempat lain (remote) melalui Internet FTP (File Transfer Protocol) adalah suatu protokol yang menjembatani pertukaran file antara dua sistem di Internet. Software yang populer adalah FTP32 LE IRC (Internet Relay Chat) populer disebut Chating adalah suatu media diskusi on line (langsung) atas topik tertentu diantara sekelompok pengguna Internet. Software yang bisa dipakai untuk kegiatan ini misalnya MiRC32 Mail Client + News Reader yaitu software pembaca mail dan news apabila anda memakai fasilitas e-mail, berlangganan majalah elektronik, mailing list dan usenet/news.

6. Bagaimana Setiap Sistem di Internet Dapat Saling Mengenali ?
Sistem di Internet dapat saling mengenali berkat adanya berbagai protokol transfer data dan sistem pengalamatan yang unik untuk masing2 node dan berbeda satu sama lain. Macam2 protokol ini adalah :

  1. HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol utama WEB yang mengatur tata cara yang harus dipakai oleh Browser untuk mengambil dokumen WEB dalam format HTML

  2. FTP (File Transfer Protocol) yaitu protokol yang mengatur tata cara transfer file dalam bentuk biner dan teks antara dua node Internet

  3. Gopher yaitu protokol yang dirancang untuk mengakses sistem gopher (suatu server dengan sistem menu) atau melalui Telnet

  4. Telnet adalah protokol untuk melakukan remote access melalui Internet antara 2 node yang terpisah jauh

  5. NNTP (Network News Transfer Protocol) adalah protokol yang mendistribusikan berita di Usenet yang sering disebut sebagai News

  6. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) adalah protokol untuk pengiriman e-mail

  7. POP (Post Office Protocol) adalah protokol untuk menerima, mengenali dan menyimpan e-mail

  8. Dan sejumlah protokol lain yang bertambah sesuai perkembangan teknologi Internet.



Seluruh protokol ini dapat mengetahui lokasi suatu informasi berkat adanya metode pengalamatan di Internet yang disebut URL (Universal Resource Locator). Formatnya adalah sebagai berikut : protokol_transfer://nama_host/path/nama_file contohnya : http://www.mtv.com/music/index.html

(http) protokol transfer yang dipakai,
(www) menunjukkan host tersebut mendukung WEB,
(mtv) adalah nama host yang dituju,
(com) adalah nama top domain,
(music) adalah path yang dicari dan
(index.html) adalah dokumen yang akan ditampilkan oleh browser dalam format HTML.

Selain itu sistem pengenal dan penamaan di Internet mengikuti suatu standar pengkategorian yang disebut Domain Name System (DNS). Dengan DNS setiap nama di Internet harus mengikuti kategori domain yang sudah ditentukan agar bisa dikenali. Untuk memperoleh domain name seseorang atau suatu lembaga harus terlebih dahulu mempunyai alokasi IP address dari IANA atau ISP, memiliki mesin / server DNS sendiri atau terdaftar di salah satu mesin DNS dan kemudian mendaftar ke lembaga pengelola fasilitas domain registration baik Internasional maupun lokal.
Contoh kategori domain adalah : com (organisasi komersial), edu (pendidikan), gov (pemerintahan), org (organisasi umum), mil (militer). Semua ini adalah standar top domain internasional yang harus diregistrasikan ke sebuah lembaga yang disebut INTERNIC. Sedangkan masing2 negara punya lembaga registrasi domain dan punya alokasi top domain masing2 misalnya au (Australia), jp (Jepang), sg (Singapura), my (Malaysia) dst. Di Indonesia (id) registrasinya melalui IDNIC yang menyelenggarakan fasilitas DNS untuk top domain co.id, or.id, go.id, mil.id, ac.id dan net.id.
Mengapa kita memerlukan DNS ? Dalam transmisi data ada istilah resolving address yaitu suatu proses penerjemahan domain name dan URL ke alamat IP. Secara elektronik mesin berkomunikasi dan saling mengenali melalui alamat node (IP address), sedangkan manusia sulit untuk menghapal alamat numerik (angka), lebih mudah mengingat dan menghapal identitas URL atau nama domain. Maka apabila anda mengetikkan URL http://arema.cjb.net maka sesungguhnya komputer anda menanyakan alamat IP dari host dan domain tersebut ke mesin / server DNS. Selanjutnya DNS server akan melakukan resolving name dan address sehingga komputer anda dapat menghubungi host yang dimaksud.

7. Bagaimana E-Mail dan Service Internet Lainnya Bekerja ?
E-mail
Sistem mail Internet bekerja sebagaimana kotak surat biasa, namun bedanya surat dikirim dalam bentuk dokumen dan didistribusikan secara elektronik sehingga disebut E-mail. Kelebihan e-mail adalah kecepatan, jarak ribuan mil hanya akan ditempuh selama beberapa detik (hampir seketika) sedang dengan jasa pos bisa memakan waktu berminggu-minggu. Setiap kotak surat memiliki pemilik (bisa perorangan, organisasi) dan alamat yang jelas, unik dan berbeda satu sama lain sehingga bisa dipakai sebagai penunjuk identitas.
Format pengalamatan mail mengikuti standar sebagai berikut : identitas_pemilik@nama_host misalnya dna3dc@mlg.ywcn.or.id (dna3dc) menunjukkan identitas pemilik alamat kotak surat (mail box), (@) menunjukkan bahwa format pengalamatan ini khusus untuk e-mail, (mlg) lokasi geografis host (Kota Malang), (ywcn) nama host, (or) menunjukkan identitas domain host ywcn yaitu organisasi umum, (id) identitas top domain host yaitu berada di negara Indonesia. Secara umum format ini mirip URL dan tetap mengikuti standar DNS.
Protokol yang menentukan distribusi mail di Internet disebut Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) yang berbasis kode ASCII. Format mail dalam kode ASCII dipergunakan khusus untuk dokumen mail yang berupa teks. Untuk transfer dokumen mail dalam bentuk grafis digunakan format biner dan mempergunakan protokol khusus yang disebut Multipurpose Internet Mail Extension (MIME).
Protokol yang dipakai untuk menerima mail disebut dengan Post Office protocol (POP). Protokol ini yang mendefinisikan bagaimana sebuah mail dalam berbagai bentuk (asal dalam format SMTP) diterjemahkan dan diterima oleh sistem yang dimiliki user. Dengan kata lain SMTP adalah gerbang untuk mengirim mail dan sebaliknya POP adalah gerbang untuk menerima mail.

Usenet / News
Di Internet ada suatu banyak tempat yang menyediakan suatu kelompok diskusi yang disebut Usenet. Di dalamnya ditampilkan berbagai atikel yang disebut News dalam berbagai topik dan kategori yang disebut Newsgroup. Setiap pengguna Internet dapat mengikuti (berlangganan) diskusi di Usenet secara gratis. Peserta usenet dimungkinkan untuk membuka suatu topik baru maupun menutup / tidak mengikuti suatu group diskusi secara bebas karena usenet tidak memiliki pengelola khusus. Untuk mengakses server usenet diperlukan suatu software khusus yang disebut news reader. Setiap topik memiliki alamat khusus yang terdaftar di news server misalnya alt.culture.indonesia
Mailing List (Milis) mirip dengan Usenet namun hanya membahas satu topik yang spesifik dan biasanya dikelola oleh suatu institusi. Dengan berlangganan milis sesorang dapat memperoleh berbagai informasi, artikel dan diskusi melalui mail yang rutin dikirimkan oleh penyelenggara. Milis mempunyai sejumlah aturan yang disepakati bersama menyangkut tata cara penulisan dan pengiriman serta isi materi artikel / diskusi sedangkan di usenet hal aturan ini mungkin tidak berlaku. Berlangganan milis tidak diperlukan software khusus kecuali harus memiliki alamat email karena artikel2 langsung dikirim ke alamat e-mail.

SPAM
SPAM adalah aneka informasi yang tidak berguna (sampah) yang dikirimkan oleh berbagai pihak ke alamat e-mail anda. Umumnya SPAM berisi iklan komersial namun tidak sedikit yang berisi humor, sumpah serapah, pornografi, ajakan dan pesan konyol serta berbagai isu serius namun tak memiliki hubungan apapun dengan kepentingan dan minat anda di Internet. SPAM bisa pula terjadi akibat ulah serangan ilegal seseorang yang disebut dengan mail bombing dimana pelaku mengirimkan surat dalam jumlah yang banyak atau berukuran besar dengan tujuan memenuhi mailbox anda atau membuat macet mail server.
SPAM muncul apabila kita kurang berhati2 dalam bertransaksi di Internet sehingga alamat mail kita dapat diketahui oleh penyelenggara layanan iklan komersial. Salah satu cara untuk menghindari SPAM adalah memasang suatu software yang bertindak sebagai filter atas mail yang masuk ke alamat anda. ISP biasanya menyediakan fasilitas ini dan tidak sembarangan memakai alamat e-mail sebagai identitas.

Service
Layanan di Internet lazim disebut sebagai service, secara fisik dilakukan oleh mesin yang disebut server atau disebut juga sebagai host melalui perantaraan protokol. Suatu server identik namanya dengan service dan protokol yang dijalankan. Misalnya WEB Server, service disebut WEB dan protokolnya disebut http, FTP Server servicenya disebut FTP dan protokolnya disebut ftp. Demikian juga yang lainnya. Karena nama host, sebutan service dan protokol seringkali sama / serupa maka harus dicemati dalam konteks apa istilah tersebut dipakai.

8. Search Engine
Internet adalah rimba belantara informasi, siapapun bisa tersesat didalamnya. Sering pengguna intenet tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam suatu tempat yang tidak memberikan manfaat atau tidak menemukan apa yang dicarinya sesuai dengan minat dan tujuan berInternet. Masalah ini muncul akibat ketidaktahuan, "hendak ke mana ?" adalah pertanyaan yang umum.
Dalam kasus ini Search Engine bisa menjadi solusi yang tepat. Sebuah search engine adalah host yang berisi koleksi daftar alamat Internet yang telah ditata sedemikian rupa menurut indeks dan kategori topik tertentu. Pemakai layanan ini dapat mencari alamat, topik dan informasi yang diinginkannya di seluruh Internet hanya dalam waktu beberapa saat saja. Syaratnya hanya mengisikan sebuah atau beberapa kata, frasa maupun kalimat kunci (keyword) mengenai informasi yang dicarinya tersebut.
Hal ini dimungkinkan karena search engine memiliki features atau fasilitas pencarian berdasarkan kesesuaian kata kunci yang dimasukkan terhadap data base yang dimilikinya baik itu sesuai seluruhnya, sebagian maupun tidak sesuai. Features ini dapat berperan berkat adanya operator logika dalam metode digital yang berbentuk pemisahan kriteria atas batasan "dan" "atau" "sama dengan" "tidak sama dengan" serta "benar" "salah".
Penentuan sikap dan tujuan sebelum melakukan koneksi Internet adalah patokan perilaku yang harus selalu diingat. Kebijaksanaan akan mencegah anda tersesat atau membuang sumber daya (waktu, tenaga, uang, pulsa) secara percuma atau untuk hal2 yang kurang bermanfaat. Tentukan terlebih dahulu tujuan anda berInternet, cari informasi dari teman, buku, majalah atau media lain di mana alamat yang berhubungan, fokuskan pencarian pada topik dan informasi yang anda inginkan dan eprgunakan search engine untuk memaksimalkan pencarian.

9. Apakah Internet Mendukung Multimedia, Game, Hiburan Serta Aktifitas Lainnya ?
Dengan kemajuan yang diraih oleh WEB kini semakin banyak ragam informasi yang dapat ditampilkan di Internet. Jutaan kios yang mendukung multimedia (grafis, animasi, video, film, suara, efek 3D dsb.) muncul dalam berbagai tujuan dan visi. Bahkan kini dengan software tertentu PC anda bisa dijadikan video phone ke tujuan manapun dengan pulsa lokal ! Dengan teknologi tele conference konsep kegiatan pendidikan jarak jauh bisa diwujudkan.
Demikian juga game baik yang on line maupun yang harus dibeli, shareware dan freeware telah menjadi bagian dari kekayaan Internet. Dunia hiburan yang lain seperti musik, film, televisi, majalah, koran, tabloid, teater juga telah berada di Internet. Anda bisa mendapatkan klip2 video yang anda sukai dalam bentuk MPEG yang dengan mudah dapat di download secara gratis. Informasi mengenai artis, gosip dan pernik2 selebritis lainnya tersedia melimpah. Banyak fans club yang membuka kios Internet dengan beragam informasi yang tidak terdapat dalam situs resmi. Dunia hiburan adalah daya tarik yang lain bagi Internet karena kekayaannya.
Media massa adalah kelebihan lainnya. Koran on line akan menghadirkan berita terkini dihadapan anda lebih cepat daripada loper koran. Belum lagi alternatif sumber berita dapat anda kunjungi satu per satu tanpa harus mengeluarkan uang langganan serta menumpuk koran / majalah bekas yang berdebu di sudut rumah. Bilamana diperlukan hard copy cukup mencetaknya ke printer atau mengkopi ke disket. Informasi menjelajah dunia dalam orde detik, peristiwa reformasi di Indonesia berkat Internet dapat diikuti setiap menit dari ujung belahan dunia.
Ketersediaan dan keragaman informasi di Internet juga sulit ditandingi media lainnya. Berbagai database, katalog, buku, ensiklopedia, perpustakaan dsb. tersedia gratis, lengkap dan cepat dalam bentuk tulisan maupun multimedia. Kemudian berbagai komoditas dan kesempatan bisnis on line diperjualbelikan di Internet sehingga orang dapat berbelanja dan berusaha di Internet. Kegiatan bisnis di Internet ini sering disebut sebagai e-commerce. Dewasa ini sebagian besar perusahaan multinasional terkena demam untuk menampilkan web sitenya di Internet. Mereka sadar bahwa Internet adalah pasar dan sumber bisnis yang sangat potensial.

10. Apakah Java, CGI dan ASP Itu ?
Kendala terbesar bagi suatu jaringan komputer besar multiplatform seperti Internet adalah diperlukannya suatu standar yang memungkinkan seluruh sistem tersebut bekerja sama. Berbagai protokol komunikasi telah diluncurkan untuk menjembatani perbedaan ini namun bagaimana dengan bahasa pemrograman untuk membangun software2 di dalam sistem yang satu sama lain berbeda tersebut ?

Java
Di Internet terutama WEB kisah sukses HTML telah banyak memberikan jawaban terhadap masalah ini. Namun HTML bukanlah bahasa yang kompleks dan mampu menangani masalah2 besar seperti data base. Pada masa awal Internet bahasa C menjadi andalan banyak orang dengan asumsi bahwa Internet terutama dibangun berdasarkan infrastruktur UNIX sedang C adalah bahasa ibu bagi UNIX. Namun Internet berkembang lebih jauh dan cepat dan bahasa C menjadi bermasalah karena terlalu kompleks dan terlalu banyak penyesuaian yang harus dilakukan untuk menerapkan C ke dalam aplikasi Internet.
Awal 1995 SUN Microsystems memperkenalkan sebuah modifikasi dan penyederhanaan atas bahasa C standar yang disebut Java. Bahasa Java ini dengan cepat menjadi sangat populer karena berhasil diimplementasikan secara praktis sebagai suatu script ke dalam HTML. Dewasa ini Java telah diakui sebagai bahasa pemrograman standar di Internet dan terus dikembangkan oleh berbagai konsorsium (selain oleh SUN sendiri) guna memperbaiki kompatibilitas, fleksibelitas dan kecepatannya. Belakangan Java juga dikembangkan untuk aplikasi umum yang kompleks sebagaimana bahasa pemrograman lainnya dan bukan hanya untuk Internet.
Java berbentuk script di dalam HTML dan dikenal dengan istilah Client Side Processing dimana proses eksekusi program dilakukan di komputer pengguna. Karena model tersebut maka Java Script memiliki kelemahan dalam hal kecepatan proses. Namun sebaliknya Java Script memiliki kelebihan tidak tergantung kepada fasilitas yang disediakan server.

CGI
Pemrograman lainnya di dalam aplikasi Internet menggunakan Common Gateway Interface (CGI) script. Banyak bahasa pemrograman komputer populer yang mendukung CGI diantara lain C, Perl, Visual Basic dst. Sebagian memang dikhususkan untuk aplikasi CGI pada mesin, server, dan software tertentu misalnya Cold Fusion, PolyForm, ASP, PHP maupun FrontPage Extension. CGI memakai model Server Side Processing dimana proses eksekusi program dilaksanakan dengan fasilitas server, pengguna tinggal menerima hasilnya. CGI mampu menghasilkan aplikasi yang sangat kompleks sehingga bisa menggantikan program2 LAN konvensional apabila diaplikasikan dalam Intranet. CGI juga sangat mudah diintegrasikan ke dalam model dan struktur aplikasi database, security, enkripsi dan otentikasi sehingga dengan cepat menjadi standar utama teknologi WEB / HTML khususnya di bidang ecommerce.

Dynamic HTML
Kemampuan terbaru dari HTML adalah gabungan beberapa script dalam HTML yang menjadikan halaman tampilan bersifat dinamik, cerdas dan mampu berubah otomatis sesuai kehendak pengunjung. Halaman ini bisa pula menampilkan hal2 tertentu atau pop up windows yang terpisah secara otomatis walaupun tanpa diminta setiap kali pengunjung membuka halaman tersebut. Halaman tersebut juga mampu mengerjakan hal2 tertentu yang tersembunyi seperti mengirimkan cookies atau mendeteksi informasi2 dalam komputer pengunjung. Ide dasarnya adalah suatu halaman web yang cerdas namun sederhana dengan memanfaatkan teknologi server dan script sekaligus. Setiap perusahaan memiliki sendiri standar DHTML ini, Microsoft misalnya menerapkan teknologi Active Server Pages (ASP) yang berjalan di platform server Windows NT based dengan menggunakan software Internet Information Server (IIS) serta memakai fasilitas script FrontPage Extension serta Active X.
Posted by Catur at 14:30:18 | Permanent Link | Comments (0) |

Jumat, Juni 15, 2007

Hack Billing Explorer

Ini dia caranya …
Saat kita mulai menyalakan komputer di warnet yang pertama muncul saat windows dimulai adalah login screen client billing yang menutupi seluruh area windows. Fungsi Alt+Tab dan Ctrl+Alt+Del biasanya ikut-ikutan di-disable untuk memaksa kita login melalui program billing itu.
Sebenarnya saat kita menghadapi login screen itu komputer sudah siap dijalankan. Hanya terhalang oleh screen login yang menyebalkan itu. Naah… udah tau apa yang bakal saya jelasin ? Kalo udah tau, brenti aja bacanya. Daripada mati kebosanan )

Yess.. betul sekali. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyembunyikan jendela login itu tanpa perlu login. Ada banyak progie buat nyembunyiin window, salah satunya ZHider. Saya hanya akan menjelaskan penggunaan ZHider. Bagi yang menggunakan progie laen silakan baca manualnya, tapi yang perlu diperhatikan adalah progie yang anda gunakan harus bisa show/hide window pake hotkey coz windows kita kan ditutupi sama login screen sialan itu.

Yang harus disiapkan:
1. Program ZHider. Cari sendiri pake om google. Ukurannya kecil kok, ga sampe setengah isi disket.
Aku nemunya pas smp tapi baru sekarang kepake ^^
2. Muka bego
3. Mental yang kuat

Langkah-langkahnya:

01. Masuk warnet dan pasang muka bego biar ga dicurigai operator
02. Pastikan selain box/bilik yang kita tempati masih ada box lain yang kosong. Biar ga dicurigai juga sih.
03. Usahakan cari tempat yang jauh dari op, supaya ga ketahuan box kamu kosong apa nggak.
04. Nyalakan kompi dihadapan anda bila masih dalam keadaan mati.
05. Saat masuk login screen, login aja seperti biasa.
06. Jalankan ZHider yang sudah disiapkan di disket/flashdisk. Kalo belom ada, cari aja pake google.
07. Setelah ZHider dijalankan langsung aja logout.
08. Naah, di login screen ini kita mulai aksi mendebarkan kita. Tekan Ctrl+Alt+Z.. Jreeeng, login screen telah menghilang !!!
09. Browsinglah sepuasnya, tapi tetap pastikan ada box lain yang kosong. Kan aneh kalau ada yang masuk warnet, dia lihat udah penuh. Padahal di billing server kelihatan masih ada yang belum login.
10. Kalo sudah puass tekan Ctrl+Alt+x untuk memunculkan kembali login screen yang menghilang entah kemana:)
11. Login seperti biasa dan browsing beberapa menit sampai penunjuk tarif sampai ke angka yang kita kehendaki. Ini supaya ga dicurigai.
12. Logout. SIapkan muka bego, lalu bayar tarif.

Cara ini lebih mudah dilalukan bila si operator ga terlalu kenal sama kamu. Apalagi bila si op sering keluyuran.

Ini beberapa hotkey ZHider yang bisa digunakan, untuk hotkey lainnya silakan baca file readme yang disertakan bersama zhider

CTRL+ALT+Z Menyembunyikan jendela aktif
CTRL+ALT+X Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan
CTRL+ALT+L Menampilkan dialog zhider
CTRL+ALT+M Menampilkan kembali semua jendela yang disembunyikan, dan juga menutup zhider.

Kalo cara di atas ga bisa dilakuin, hentikanlah usahamu. Sesungguhnya perbuatan jahatmu tidak diridhai Tuhan )
Kalo ketahuan langsung pertebal “muka bego”-mu. Misalnya bilang “Eh, kok jadi gini ya? Kemaren ga gini kok.” Ato kata-kata lain, tergantung kreatifitas anda.

Posted by Catur at 12:07:42 | Permanent Link | Comments (12) |

Senin, Juni 11, 2007

BUDAYA JARINGAN KOMPUTER INTERNET

BUDAYA JARINGAN KOMPUTER INTERNET: GLOBALISASI DAN PROFESIONALISME

 

 

Onno W. Purbo


 

            Menarik sekali membaca tulisan wartawan Kompas Yuni Ikawati dan Andrey Andoko, tentang InterNet di KOMPAS Minggu, 23 Oktober 1994. Tulisan yang penuh dengan jargon teknis cukup presisi melihat arsitektur maupun fasilitas yang ada pada jaringan komputer terbesar di dunia - InterNet. Ada dua hal yang ingin penulis sampaikan pada kesempatan ini, yaitu, keterangan tambahan mengenai kondisi jaringan komputer di Indonesia dan kebudayaan manusia dalam jaringan komputer InterNet yang tidak termuat dalam KOMPAS 23 Oktober.

            Kondisi jaringan komputer di Indonesia, khususnya antar perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang terkait ada IPTEK-NET, yang sering juga disebut sebagai Paguyuban Network, tampak terlihat pada Gambar. Tingkat pertumbuhan Paguyuban Network minimal 700% untuk tahun 1994 - jauh diatas Thailand (334%) yang di klaim sebagai tertinggi di Asia (KOMPAS 23 Oktober 1994). Jumlah node yang terkait secara aktif di Paguyuban Network sampai Oktober 1994 adalah 60 buah node, dengan 41 buah node (66%) berada di Bandung sedang sisanya tersebar di seluruh Indonesia termasuk di Jakarta. 20% node beroperasi menggunakan saluran telepon, sedang 80% node beroperasi menggunakan teknologi packet radio Wide Area Network (WAN) yang telah berhasil kami buat sendiri di Indonesia dengan perangkat lunak dan rangkaian perangkat keras yang dapat diperoleh secara cuma-cuma. Penggunaan perangkat yang dibuat sendiri di Indonesia yang menyebabkan akselerasi pertumbuhan jaringan komputer di Indonesia berbasis teknologi packet radio. Jumlah pemakai jaringan komputer Paguyuban paling tidak minimal 400 orang yang sebagian besar terkonsentrasi di Bandung.

            Hal lain yang terlepas dari pengamatan artikel KOMPAS 23 Oktober 1994 adalah budaya informasi dengan adanya jaringan InterNet. Ada dua hal yang sangat nyata terlihat dengan adanya jaringan InterNet adalah:

          Globalisasi.

          Kompetisi dan peningkatan profesionalisme.

Hal ini terjadi secara alamiah karena dalam jaringan InterNet tidak lagi ada dimensi waktu dan dimensi ruang. Setiap pengguna jaringan InterNet dapat berkomunikasi, berdiskusi, mengakses berbagai sumber informasi dalam InterNet setiap saat tanpa memperdulikan dimana mereka berada dan kapan interaksi dilakukan.

            Bayangkan sebuah sekolah dengan murid yang tersebar di seluruh Indonesia tetapi dapat tetap bertatap muka dengan guru dan murid lainnya tanpa terikat kapan dan dimana mereka berada. Hal ini sudah menjadi kenyataan di jaringan komputer Paguyuban, penulis berkesempatan berinteraksi dengan mahasiswa bahkan membantu membimbing tugas akhir diberbagai perguruan tinggi di Indonesia tanpa perlu beranjak sedikitpun dari lokasi penulis di jurusan teknik elektro ITB. Adanya fasilitas diskusi elektronik, yang tidak terikat pada dimensi ruang dan waktu, telah banyak membantu para mahasiswa untuk mengerti berbagai persoalannya secara lebih mendalam dari berbagai diskusi. Proses ini dikenal sebagai problem based learning dimana siswa dimotivasi untuk memformulasikan sendiri masalah yang dihadapi untuk memperoleh pengertian yang lebih mendalam. Hal ini tidak mungkin dilakukan secara efektif dalam sistem pendidikan konvensional.

            Bayangkan jika proses globalisasi diatas tidak hanya terbatas pada perguruan tinggi di Indonesia tetapi juga meliputi seluruh dunia dan memungkinkan untuk melibatkan berbagai disiplin ilmu secara simultan. Hal ini yang akhirnya menuju pada sebuah Global Brain yang memungkin akselerasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Tidak ada lagi batas-batas negara dalam dunia informasi di jaringan InterNet. Dunia penelitian, bisnis, industri dimungkinkan untuk menggunakan sumber daya manusia maupun fasilitas lainnya tanpa terikat pada dimensi-dimensi ruang dan batas-batas negara.

            Apa konsekuensi dari ini semua? kompetisi diantara pemakai jaringan komputer menjadi sangat ketat. Untuk maju dan berkarya dalam dunia InterNet dituntut untuk secara terus menerus belajar dan berada di ujung tombak dan menjadi orang yang terbaik dibidangnya. Profesionalisme menjadi tuntutan yang tidak terelakan lagi. Kita tidak lagi harus mencari pekerjaan, tetapi pekerjaan akan datang dengan sendirinya jika kita dapat membuktikan bahwa kita yang terbaik dan dapat bekerja secara profesional berasaskan kepercayaan. Yang menarik, pekerjaan tidak hanya datang dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri bahkan terlepas dari berbagai birokrasi yang sering mengikat. Tidak ada lagi uang suap, birokrasi yang berbelit - pemakai jaringan yang tidak profesional bahkan menipu lawan bisnisnya akan segera dijauhi oleh pemakai jaringan lainnya. Hal ini, sering tidak disadari oleh banyak pemakai jaringan InterNet yang masih baru.

            Keberadaan individu dalam komunal jaringan InterNet akan tampak lebih menyolok dibandingkan budaya manusia konvensional yang umumnya menerapkan sistem perwakilan kekuasaan. Dalam jaringan komputer proses pengambilan keputusan diambil tanpa proses perwakilan, setiap individu pengguna jaringan mempunyai hak yang sama dalam menentukan keputusan dan penentuan arah dengan inisiatif yang umumnya dari bawah. Hal ini merupakan perwujudan sebuah sistem demokrasi tanpa sistem perwakilan jadi kekuasaan betul-betul berada di tangan pengguna jaringan InterNet. Bukan mustahil, hal ini menjadi dasar sebuah revolusi informasi dimasa mendatang.

            Banyak sekali hal yang sangat positif dengan adanya jaringan komputer, tulisan ini hanya memfokuskan pada beberapa hal yang paling menonjol dari budaya para pemakai jaringan komputer InterNet. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberikan gambaran manfaat jaringan komputer yang saat ini telah berkembang pesat sekali di Indonesia.

Posted by Catur at 12:58:57 | Permanent Link | Comments (1) |

Tips untuk Membuat Situs Web

efek teknologi informasi

Beberapa isu yang berkaitan dengan efek teknologi informasi:

Oleh: Onno W. Purbo, YC1DAV - yc1dav@itb.ac.id.

 

1.      Teknologi informasi baru dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh SDM yang berpendidikan. Jangan terlalu berharap pemanfaatan maksimal teknologi informasi oleh SDM yang hanya lulusan SMA / sederajat. Kunci keberhasilan terletak pada jumlah masa orang yang berpendidikan S1 ke atas yang terekspose teknologi informasi.

2.      Saat ini jumlah pengguna Internet seluruh Indonesia sangat sedikit hanya dalam orde puluhan ribu orang. Untuk meningkatkan jumlah secara drastis hanya mungkin jika pembinaan dilakukan sejak dini di bangku kuliah / sekolah. Untuk itu isu jaringan komputer untuk pendidikan menjadi penting sekali.

3.      Distance learning merupakan kunci pemerataan pengetahuan mengingat resource yang ada di Indonesia sangat terbatas & sangat terkonsentrasi di pulau jawa. Tidak mungkin misalnya ITB mengirimkan dosen-dosennya ke seluruh Indonesia untuk membangun fakultas teknik yang sangat kurang di daerah.

4.      Perlu perubahan regulasi / konsep di dunia pendidikan yang memudahkan terjadinya transfer kredit antar perguruan tinggi / lembaga pendidikan.

5.      Internet merupakan teknologi yang paling murahyang dapat di implementasikan untuk menunjang distance learning & pemerataan pendidikan. Internet memungkinkan beberapa komputer dalam cluster sharing satu saluran komunikasi . Bayangkan jika satu sekolah / universitas hanya mencharge mahasiswa-nya Rp. 500-1000 / mahasiswa / bulan untuk akses Internet selama 24 jam satu bulan. Sebuah angka yang sangat mugkin di jangkau oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia.

6.      Kunci keberhasilan Internet bagi dunia pendidikan adalah perubahan regulasi di Depparpostel dalam hal:

·        pembebasan ijin penyelenggaraan servis Internet bagi dunia pendidikan yang memungkinkan antar perguruan tinggi saling tolong menolong.

·        pembebasan ijin frekuensi untuk pendidikan / pemberian alokasi frekuensi untuk pendidikan.

7.      Perubahan paragdigma di dunia pendidikan, dari teaching-based menjadi lebih mengarah ke learning-based. Fungsi guru / dosen berubah dari pengajar menjadi tutor.

8.      Beberapa ciri organisasi yang mengandalkan teknologi informasi:

·        organisasi yang semakin flat strukturnya.

·        mengandalkan lebih sedikit SDM.

·        mengandalkan SDM yang berkualitas.

·        bukan menjadi organisasi masa.

·        lebih mengarah pada organisasi profesional.

·        lebih  mementingkan fungsi & tujuan yang jelas.

9.      Orientasi padaTotal Customer Satisfaction merupakan kunci perubahan paradigma yang terjadi di banyak organisasi.

10.  Lebih banyak terjadi  kerjasama / network / konsorsium dari berbagai organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang secara konsensus (bukan voting) di sepakati bersama.

11.  Perubahan konsep / paradigma di sarana telekomunikasi:

·        terminal yang digunakan oleh pelanggan semakin pandai.

·        dimungkinkan effisiensi penggunakan sebuah kabel / sarana telekomunikasi jarak jauh, dengan cara Time Division Multiple Access (TDMA) secara bersama dari satu LAN.

·        harga perangkat microwave yang semakin murah & teknologi Code Division Multiple Access CDMA yang memungkinkan untuk tidak mengganggu sekitarnya - memungkinkan pengguna untuk membangun sendiri jaringan komputernya tanpa tergantung pada penyelenggara sarana telekomunikasi (regulasi di Indonesia belum mengantisipasi hal ini).

·        Regulasi harus di ubah untuk memudahkan masyarakat secara swadaya berpartisipasi dalam membangun sarana telekomunikasinya. Regulasi yang ada saat ini sangat dominan pada monopoli telekomunikasi PT. Telkom & PT. Indosat yang sekarang sudah bukan penuh milik negara (tapi sudah swasta).

·        Kekuatan dunia telekomunikasi dapat pindah (shift) dari para penyelenggara jasa telekomunikasi ke para pengguna jasa telekomunikasi (arus bawah). Internet adalah contoh nyata perpindahan ini.

12.  Perubahan paradigma yang terjadi di dunia ekonomi terutama dalam hal pemotongan jaringan distribusi dengan adanya teknologi informasi yang mendekatkan produsen ke konsumen. Produsen bahkan dapat bertindak lebih aktif dalam mendekatkan dirinya ke konsumen.

13.  Konsekuensi logis yang terjadi, kekuatan ekonomi berada pada rakyat kecil yang memproduksi barang bukan pada para distributor / sales.

14.  Jaringan komputer antar koperasi di pedesaanakan menjadi strategis artinya jika kita ingin membangun wilayah pedesaan. Koperasi dapat merupakan komponen ekonomi strategis dalam pembangunan ekonomi pedesaan & masyarakat. Saluran telekomunikasi di pedesaan (mulai dari radio, walkie talkie, interkom) dapat digunakan untuk pembangunan jaringan komputer pedesaan ini.

15.  Pembangunan jaringan komputer antar koperasi dapat dilakukan secara self-finansing & self-sustaining karena koperasi itu sendiri adalah lembaga finansial. Berbeda jika kita memaksakan jaringan komputer pedesaan yang terkait ke lembaga pemerintahan misalnya camat / kepala desa yang bukan lembaga finansial (akan sulit untuk menjamin sustainability sistem yang dikembangkan).

16.  Keberadaan teknologi informasi di pedesaan akan menarik bagi para pengambil keputusan untuk pengembangan wilayah. Informasi dari bawah yang meliputi:

·         informasi pasar komoditi

·        alokasi dana / resource dimasyarakat.

·        resource yang ada di masyarakat & daerah.

·        mobilisasi sumberdaya lokal yang dipertemukan dengan sumberdaya luar yang terkendalikan dari bawah.

·        dari bawah terorganisasikan untuk mengadakan collective bargaining, ditunjang oleh informasi yang meyakinkan dengan kekuatan moneter yang ter-audit dengan baik.

 

 

Posted by Catur at 12:54:19 | Permanent Link | Comments (0) |

Bagaimana pola kerja SOHO di dunia cyber?

Bagaimana pola kerja SOHO di dunia cyber?

 

Sebuah paradigma yang mungkin sulit untuk di hayati bagi sebagian besar profesional di Indonesia. Seorang profesional IT bekerja di rumah, tanpa memiliki perusahaan, tanpa bekerja di perusahaan / konsultan manapun, tanpa bekerja pada siapapun – benar-benar sendiri saja. Saya adalah salah satu dari orang tersebut, biasanya bingung kalau datang atau menelepon ke kantor lain di tanya “anda dari perusahaan mana?”, atau mengisi daftar absen dalam sebuah meeting  di situ ada kolom PERUSAHAAN / INSTITUSI nah lho bingung isinya apa? Bahkan kemarin rekan wartawan dari Jawa Pos sempat kebingungan tidak habis pikir pas saya nyatakan bahwa saya bukan seorang eksekutif &  tidak kerja di kantoran.

 

Apa yang saya lakukan termasuk kategori SOHO yang dimungkinkan karena adanya sambungan internet yang memungkinkan aliran informasi yang cepat. SOHO Small Office Home Office merupakan trend yang sangat normal di negara maju. Apakah yang menyebabkan sebuah SOHO bisa survive? Memang harus diakui tidak semua jenis usaha dapat di lakukan secara SOHO, usaha yang sifatnya fisik & perdagangan biasanya membutuhkan struktur yang lebih kompleks tidak bisa dilakukan secara SOHO.

 

Internet memungkinkan aliran informasi & pengetahuan bersifat interaktif yang sangat cepat. Aliran cepat ini menjadikan kita sebagai pelaku didalam-nya tidak perlu membuat struktur perusahaan yang sifatnya vertikal, tapi struktur yang sangat horizontal – bahkan sering kali sebuah badan usaha / entitas cukup di representasikan oleh satu orang saja dengan sebuah laptop / komputer yang tersambung ke Internet. Bentuk kemitraan / networking menjadi sangat penting, kerjasama antar orang menjadi dominan sekali.

 

Dalam dunia informasi, survival sebuah badan / orang hanya mungkin dilakukan jika kita bisa mengkonsentrasikan diri pada fungsi kita dalam masyarakat & berusaha agar kita bermanfaat bagi sebanyak mungkin komponen masyarakat. Fungsi yang sangat fokus & spesifik misalnya hanya sebagai guru yang baik, sebagai ahli bidang tertentu saja. Teknologi informasi interaksi yang cepat & intens dengan berbagai mitra sehingga pola win-win yang saling menguntungkan antara berbagai entitas terjadi dengan sendiri-nya jika ada hal yang diperlukan untuk dikerjakan secara bersama.

 

Yang paling berat dalam bekerja SOHO adalah memberdayakan masyarakat banyak, mengajari masyarakat banyak yang pada akhirnya membangun kemitraan dan membuat / menjaga image. Pola “marketing” dilakukan melalui proses tulis menulis diawali dari yang sangat sederhana menjawab e-mail di mailing list, membuat artikel pendek hingga membuat buku. SOHO hanya bisa hidup jika masyarakat banyak yang terkait dengan usaha SOHO tersebut juga hidup.

 

Posted by Catur at 12:49:54 | Permanent Link | Comments (0) |

Jalur alternatif menuju ke "Pakar"

Jalur alternatif menuju ke "Pakar"

 

Onno W. Purbo

 

Kadang saya suka geli & senyum-senyum sendiri melihat rekan-rekan jurnalis ada yang menjuluki saya Pakar Internet, Professor Internet (sekarang tanpa perguruan tinggi), bahkan Menteri Internet (tanpa Keppress Gusdur). Padahal modal saya betul-betul modal dengkul, saya tidak pernah belajar formal tentang teknologi informasi, tidak pernah belajar formal tentang Internet, saya jelas lebih bodoh daripada adik-adik mahasiswa di ITB lha wong sering nanya ke mereka koq saya ini. Terus terangnya, saya praktis tidak punya apa-apa secara formal.

 

Saya pikir, mungkin karena gelar saya yang S3 dari Canada itu? Padahal jelas-jelas gelar tersebut bidangnya adalah teknologi pembuatan IC, S2 saya di fiber optik - tidak ada hubungannya sama sekali dengan Internet. Terus terang Internet saya pelajari sendiri & berguru secara informal. Jadi secara formal harusnya saya tidak berhak atas semua gelar, julukan yang diberikan rekan jurnalis di atas J ….

 

Mungkin pendidikan informal yang akhirnya lebih banyak membentuk saya seperti sekarang ini. Saya rasa proses bersosialisasi, berteman, belajar dari teman, kemampuan untuk mengolah / mengembangkan pengetahuan merupakan kunci sukses selama ini. Di tulisan ini saya mencoba mengupas beberapa hal praktis yang saya lalui hingga mencapai kondisi sekarang ini, yang saya yakin masih jauh dari kondisi sempurna. Paling tidak jalur tersebut saya harap bisa memberikan wawasan bagi rekan-rekan untuk mulai menjalankan karir-nya di hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Sebuah karir dimana reward, acknowledgement, dan akreditasi diberikan langsung oleh masyarakat - tidak harus tergantung 100% kepada ijazah, ujian negara dan sebangsanya.

 

Tampaknya sebagian besar jalan hidup saya berawal dari hobby amatir radio, nge-brik begitu barangkali bahasa gaul-nya. Dengan modal awal tidak punya apa-apa; hanya keinginan untuk nge-brik dengan CB seperti teman-teman SMP yang lain - saya akhirnya membeli buku "teknik membuat pemancar transistor". Kebetulan sekali di buku itu di tulis bahwa teman-teman yang suka membuat pemancar sendiri suka mangkal di frekuensi 3.5 MHz (80 meter) band. Jaman itu tahun 1978-an waktu itu mungkin masih jaman susah jadi memaksa orang untuk kreatif untuk membuat sendiri pemancar-pemancarnya.Diskusi antar pembuat pemancar ini dilakukan cukup aktif di 80 meter-band. Hampir setiap hari selama 2+ tahun monitoring 80 meter band dan obrolan rekan-rekan ini, radio merupakan barang yang hampir tidak pernah lepas dari sisi saya. Dari pembicaraan mereka saya tahu kita bisa membuat pemancar sederhana menggunakan tabung 6V6, 6L6, 807 dll. Di kemudian hari ternyata pola belajar informal yang paling baik adalah secara serius mendengarkan, membaca diskusi yang dilakukan oleh rekan-rekan se-hobby. Belajar dan mengerjakan apa-apa yang kita sukai memang paling menyenangkan.

 

Akhirnya pada tahun 1979 saya bisa membuat pemancar sendiri dari tabung bekas & buku amatir radio yang saya peroleh dari teman sekelas saya Krishna Ariadi Pribadi. Dengan bermodal buku & tabung bekas saya mengudara di 80 meter band dengan peralatan yang dibuat sendiri, sangat sederhana memang. Di sini saya sangat beruntung dapat berinteraksi dengan banyak rekan-rekan amatir radio yang senior dan belajar teknik-teknik elektronika kepada pada senior tersebut secara lebih interaktif. Memang harus di akui bahwa pasif mendengar saja tidak cukup, harus dibarengi dengan kemauan keras untuk membaca buku-buku dan aktif berinteraksi dengan orang yang lebih ahli di bidangnya. Tanpa terasa pembentukan karakter, pola pengembangan diri terpatri sejak dini di dunia amatir radio.

 

Sekitar tahun 1981-an saya mengenal komputer dari Bachti Alisyahbana (putra dari Prof. Iskandar Alisyahbana), sering saya ke rumahnya untuk ngoprek dan mengobok-obok komputer Radio Shack-nya karena memang saya tidak punya komputer. Saya mencoba programming BASIC di komputer beliau. Saya suka sekali dengan komputer ini, belum pernah terbayangkan ada alat hitung seperti komputer yang bisa di program dan di mainkan sedemikian menarik. Tampaknya jika ada kemauan yang kuat biasanya ada saja jalan untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan tersebut.

 

Pada tahun 1986-an saya mulai diperkenalkan oleh rekan-rekan amatir senior seperti Mas Robby Soebiakto YB1BG, Pak Achmad Zaini YB1HR cs. bahwa kita bisa menggunakan komputer untuk saling berkomunikasi satu dengan lainnya menggunakan radio. Sebuah gabungan dua teknologi yang menarik sekali bagi saya. Di tahun 1986-an kami pada saat itu merupakan belasan amatir radio di Indonesia yang merintis teknik komunikasi data packet radio di 7MHz 40 meter band. Teknik yang dipakai dikenal sebagai teknik packet radio yang menggunakan protokol komunikasi data AX.25. Itu mula pertama saya berkenalan dengan teknik komunikasi data yang relatif canggih. Terkagum saya melihat dilayar komputer bisa kita bercakap melalui keyboard, masuk ke Packet Bulletin Board System (PBBS) rekan lain seperti Pak IGK Manila YB1GM (sekarang YB0AA) dan mengirimkan berita e-mail ke seluruh dunia melalui jaringan store-and-forward PBBS amatir radio. Komunikasi digital sederhana ini kami lakukan di tahun 1986-an, mungkin belum terbayangkan oleh sebagian besar dari kita yang menikmati Internet pada hari ini. Kekaguman demi kekaguman terus dirasakan dan mendorong untuk terus membaca dan mempelajari teknik-teknik komunikasi data secara autodidak.

 

Tahun 1987, berangkat ke Canada untuk meneruskan S2 - beruntung saya memilih kota Hamilton dan menjadi satu-satu-nya orang Indonesia di kota itu sehingga memaksa saya untuk bisa bergaul dalam bahasa Inggris. Kebetulan sekali di kota Hamilton ada perkumpulan packet radio yang cukup aktif di amerika utara yaitu Hamilton Amateur Packet Network (HAPN) yang mengembangkan peralatan packet radio sendiri. Saya bergabung dengan HAPN dan belajar banyak dari mereka. Pada 1987 itu Mas Robby YB1BG mengirimkan surat kepada saya dan menyarankan bahkan mungkin sangat mendorong untuk mempelajari lebih dalam lagi teknik TCP/IP karena akan menjadi dasar utama bagi jaringan komputer dimasa mendatang.

 

Alhamdullilah, saya betul-betul mengikuti nasihat mas Robby YB1BG yang bekerja di USI/IBM. Saya harus mengakui bahwa nasihat Mas Robby YB1BG yang banyak mempengaruhi saya di bidang Internet, tanpa arahan beliau tidak mungkin saya menjadi seperti sekarang. Saya masuk ke beberapa mailing list amatir radio di jaringan perguruan tinggi seperti BITNET & NSFNet. Pada tahun 1987 belum ada Internet seperti yang kita kenal sekarang. Mailing list umumnya menggunakan listserv pada jaringan BITNET yang berbasis SNA (IBM). Berbekal akses e-mail BITNET di kampus, saya banyak belajar dengan membaca berbagai mailing list amatir radio dan mengambil software untuk amatir radio khususnya NOS yang menjadi ujicoba jaringan TCP/IP packet radio pada PC dengan sistem operasi DOS. Metoda banyak mendengarkan, banyak membaca berbagai diskusi ternyata sangat ampuh untuk belajar secara autodidak. Beruntung sekali dengan adanya mailing list proses belajar menjadi tidak lagi dibatasi batas dimensi institusi, dimensi ruang dan dimensi waktu.

 

Sebagian besar informasi sebetulnya ada di manual maupun arsip diskusi. Pola belajar yang terbaik adalah "membaca" dengan baik, istilahnya rekan-rekan di mailing list biasanya adalah RTFM (Read The F*cking Manual). Atau cari FAQ (Frequently Asked Question) dan whitepaper dari berbagai topik yang ada. Belakangan khususnya di komunitas UNIX / Linux juga ditulis dokumentasi dalam bentuk HOWTO. Membaca, menganalisa, mengerti dengan baik ilmu yang ada di Internet merupakan modal awal yang sangat manjur untuk tahap selanjutnya. Sampai tahap ini saya rasa kita masih berada pada posisi penerima pengetahuan dan mengkonsumsi informasi. Konsumen merupakan posisi terendah dalam rantai supply-demand, konsumen biasanya yang mengeluarkan uang - hanya produsen yang akan memperoleh keuntungan yang maksimal.

 

Menjadi posisi produsen informasi & pengetahuan dilakukan secara perlahan dan bertahap. Menjadi produsen pengetahuan sebetulnya tidaklah terlalu sulit yang paling sederhana adalah menjawab pertanyaan di mailing list / newsgroup, mau tidak mau kita harus menjawab dengan baik dan benar dengan berbekal pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Komunitas mailing list akan mengevaluasi secara langsung apakah jawaban kita betul atau salah, jika salah sering kali hujatan (istilahnya flame) akan dilontarkan kepada kita. Audit kepakaran akan secara langsung dilakukan oleh komunitas mailing list yang biasanya terbatas jumlahnya sekitar puluhan atau ratusan anggota.Kecepatan meresponds diskusi / interaksi mailing list  akan menunjukan komitmen kita kepada masyarakat. Di Internet, rekan-rekan akan sangat mengharapkan kita me-responds dalam waktu yang cepat berorde menit kalau bisa detik.

 

Saya rasa langkah yang harus dilakukan selanjutnya adalah secara serius mensintesa ilmu pengetahuan yang kita peroleh selama ini. Hal ini mulai saya lakukan secara serius di tahun 1992, dengan menulis artikel-artikel pendek di KOMPAS. Kemudian berlanjut ke berbagai media seperti infokomputer.com, dotcom, detik.com dll. Kritik tidak lagi dibatasi dalam komunitas mailing list, tapi mulai berkembang ke masyarakat banyak. Audit masyarakat sering kali lebih keras, kritik lebih tajam. Pengalaman menunjukan sangat sulit untuk memuaskan semua orang, sama sulitnya untuk menerangkan sebuah konsep dalam bahasa yang sederhana yang mudah dimengerti oleh para pembaca yang mungkin bukan berlatar belakang teknik. Kadang bahkan sangat sulit untuk mencari kompromi dari berbagai kondisi yang ada, keberpihakan bagi keuntungan masyarakat banyak biasanya akan lebih menguntungkan; dengan konsekuensi badai yang dahsyat terutama jika konsep yang dilontarkan akan merugikan pihak yang berkuasa. Transparansi seluas-luasnya pengetahuan & informasi kepada masyarakat banyak tampaknya yang akan menyelamatkan diri kita pada tingkat tersebut. Tampaknya penggunaan konsep GPL, copyleft, copywrong, public domain yang menguntungkan rakyat banyak akan memproteksi secara alamiah dari badai & topan yang dahsyat tadi. Badai itu telah saya alami dan tampaknya akan terus saya alami, seperti pohon semakian tinggi sebuah pohon semakin keras anginnya.

 

Saat ini kita cukup diuntungkan dengan maraknya media online, keterbatasan halaman yang ada di media cetak menjadi hilang - artikel, paper menjadi jauh lebih mudah untuk di publikasi diberbagai portal. Persaingan menjadi lebih gampang, sangat berbeda dengan masa lalu yang sangat ketat karena media masih dibatasi halaman. Society audit menjadi kenyataan, tidak lagi redaksi sebagai penentu utama kualitas sebuah tulisan.

 

Tentunya jangan berhenti di menulis artikel, lanjutkan ke menulis buku. Menulis buku merupakan kelanjutan dari menulis artikel, kita perlu mengidentifikasi siapa yang akan membaca buku. Mengapa buku tersebut menjadi penting? Apakah pembaca di untungkan dengan ilmu yang dijelaskan? Cara paling sederhana untuk menulis yang saya alami adalah mulai dari outline power point, berlanjut pada penyiapan gambar yang dibutuhkan. Buku akan terjadi dengan sendirinya pada saat kita mengelaborasi outline power point yang kita buat di awal. Kadang teman mulai menjuluki kita pakar pada saat buku telah selesai ditulis dan diterbitkan, padahal sebagian besar ilmu yang dituangkan dalam bentuk buku diperoleh dari akumulasi pengetahuan dari berbagai diskusi mailing list, membaca FAQ, whitepaper, howto yang diperoleh selama beberapa tahun. Dalam kasus saya, mulai dari tahun 1980-an hingga tahun 1998-an baru mulai menulis buku jadi merupakan proses yang sangat panjang hampir 20 tahun sebelum mampu menulis buku. Saya yakin generasi muda Indonesia hari ini tidak harus menunggu sedemikian lama lagi, informasi & pengetahuan akan menjadi amat sangat mudah diperoleh dengan menggunakan Internet, beberapa mahasiswa saya bahkan sanggup menulis buku setelah aktif berdiskusi dan surfing di Internet dalam waktu 1-2 tahun saja. Society audit bahkan dapat terjadi secara cepat dan langsung melihat hasil buah karya mereka dalam berbagai media baik cetak, elektronik maupun online.  Sebuah proses pembelajaran yang jauh lebih effisien daripada apa yang saya alami sendiri. Proses society audit yang demikian effisien akhirnya akan mempercepat proses reward, acknowledgement dan akreditasi langsung oleh masyarakat kepada si penulis yang menjadi sumber pengetahuan baru tadi. Akhirnya seluruh proses akan mempertanyakan konsep konvensional seperi ijazah, ujian negara, badan akreditasi sampai sejauh mana merepresentasikan acknowledgement masyarakat?

 

Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini, pembaca dapat melihat sebuah alternatif jalan menuju seorang "Pakar". Pendidikan formal bukan satu-satunya jalan menuju "pakar", pendidikan informal autodidak justru akan sangat dominan untuk menjadikan anda seorang "pakar". Pola pendidikan informal ini bahkan memungkinkan belajar dan mengerjakan hal-hal yang kita sukai saja. Internet memungkinkan untuk membentuk “pakar” dalam waktu singkat tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada pendidikan formal. Apalagi sekarang untuk meneruskan kuliah saja kadang sangat sulit. Pengakuan "pakar" akan diberikan oleh masyarakat di nilai dari besarnya bantuan yang kita berikan kepada masyarakat, semakian banyak masyarakat di untungkan maka semakin tinggi tingkat "kepakaran". Dalam bahasa yang lebih religius semakin banyak amal & ibadah semakin banyak pahala yang akan diperoleh dan tentunya rizki.

 

Posted by Catur at 12:48:17 | Permanent Link | Comments (0) |

Electronics Cards Service

Electronics Cards Service

( eCards )

 

Rachmat, Eric & Onno W. Purbo

 

 

Yang dimaksud dengan eCards Service adalah sebuah layanan di situs web yang menangani pengiriman online cards, dimana pengguna/visitor situs web dapat menggunakan layanan yang disediakan (secara gratis maupun bisa juga dengan suatu harga khusus). Contoh-contoh situs  dengan layanan eCards ini seperti  : www.bluemountains.com,  

 

Kegunaannya :

 

  1. Menyediakan layanan komunikasi sebagai pengganti fisik kartu ucapan

Hal ini tentu sangat berguna bagi para pengguna yang ingin mengirimkan suatu kartu ucapan ke pihak lain yang jaraknya jauh (antar kota, antar propinsi, atau bahkan antar negara). Dengan menggunakan layanan ini maka ongkos pengiriman dan pembelian kartu bisa ditekan seminim mungkin atau bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya.

Hal itu bisa dilakukan cukup dengan browsing di internet melalui WARNET atau melalui jaringan komputer lain yang tersedia. Pengguna cukup datang ke website eCards Service tersebut lalu mulai membuat kartu dan mengirimkannya dengan mudah.

  1. Meningkatkan popularitas dari sebuah situs web

Dengan menyediakan layanan pengiriman eCards dengan gratis maka sebuah website akan dapat menarik perhatian pengunjung